Selasa, 22 Maret 2011

Miliki Keyakinan, Anda Akan Kuat

Hanzalah mengatakan, "Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehiga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang." (HR.Muslim)

 
Pernahkah anda mendengar kisah seorang sahabat yang berangkat ke medan jihad dengan berkata, "Aku mencium bau surga di balik bukit Uhud…" Pemuda itu lantas menembus sampai ke barisan musuh dan berperang sampai titik darah penghabisan menyongsong syahid.


Barangkali kita pernah berpikir. Kenapa para sahabat Rasulullah yang mendapat label generasi terbaik itu seolah tak terlalu melakukan pertimbangan rasional dalam tindakannya menegakkan agama Allah. Mengapa juga mereka sepertinya tidak mengabaikan aspek-aspek materi dan kemanusiaan mereka dalam memenuhi dan menjalankan perintah Allah. Dan anehnya lagi, katakanlah dalam kondisi seperti itu, mereka justru mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman luar biasa, meskipun secara lahir mereka mengalami penderitaan dan kesulitan.

 
Kunci sikap tersebut sebenarnya adalah keyakinan. Keyakinan disebut sebagai aqidah. Keyakinanlah yang membuat mereka memandang berbagai permasalahan dari sudut ukhrawi dan dari sana mereka memperoleh suplai kekuatan bathin dan fisik yang sangat besar.

 
Dari mana seseorang memperoleh keyakinan?


Keyakinan akan akan kokoh karena kedekatan diri pada Allah. Jika seseorang telah sampai pada keyakinan, tidak heran bila ia seperti telah memandang surga dan neraka dengan kasat mata. Itulah yang terjadi para sahabat Rasulullah saw. Perasaan dan hati mereka tenggelam dalam gambaran surga dan neraka, sehingga mereka benar-benar merasakan kedua suasana surga dan neraka itu. Seperti perkataan seorang sahabat bernama Hanzalah, "Rasulullah mengingatkan kami tentang surga dan neraka sehiga seolah-olah kami melihatnya dengan mata telanjang." (HR.Muslim)
 

Masalah keyakinan disinggung oleh Ibnu Athaillah. Ia mengatakan,


"Jika cahaya keyakinan telah memancar padamu, niscaya engkau akan melihat akhirat lebih dekat padamu dan niscaya engkau melihat keindahan dunia yang nyata, di atasnya puing-puing kerusakan."

Menurut Ibnu Athaillah, mengapa tarikan akhirat kita masih lemah, namun pesona duniawi begitu kuat menghujam dalam jiwa seseorang? Rahasianya terletak pada kuat dan lemahnya keyakinan. Ia menambahkan:


"Barangsiapa yang memiliki keyakinan yang kokoh, maka ia akan hidup dalam keyakinannya itu. Ia akan merasakan seolah olah hidup di akhirat. Dan sebaliknya barngsiapa yang keyakinannya lemah, pasti dunia atau segala hal zahir akan menguasai dirinya, dan itu akan membuatnya lemah."

 
Karena itu, kuatkan keyakinan. Anda pasti menjadi orang yang kuat. (na)

 


Sumber: eramuslim

Menikmati Proses

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini mempunyai jalan dan aktivitas masing-masing, sehingga terkadang suatu ketentuan yang telah Allah tetapkan, sering menjadi alasan bagi orang-orang yang malas dalam beraktivitas.

Hanyalah orang-orang yang selalu tepat, terencana dan memulai saat itu juga, itulah orang-orang yang akan menikmati perjalanan dari sebuah proses.

Setiap orang selalu mengeluarkan kata-kata keluhan apabila perjalanan menuju sebuah tujuan sering mengalami kegagalan, terkadang sebahagian orang mengalami sesuatu hal yang kurang manfaat yaitu setres dengan kegagalan.

Banyak orang yang susah lagi memulai sebuah aktivitas karena trauma yang pernah dialami sebelumnya, memang itulah resikonya apabila kita melakukan aktivitas atau ingin menuju suatu tujuan tidak dengan langkah yang penuh dengan kehati-hatian, artinya tanpa direncanakan dengan prencanaan yang optimal.

Kita harus sampai berpikir jauh dengan sesuatu hal yang kita lakukan, maksudnya sesuatu hal yang kita harapkan itu pada kenyataannya adalah bukan sesuatu tujuan mutlak, hanyalah sebuah jalan saja, jadi kalau kita bicara tentang hakikat tentang kehidupan ini, dunia hanyalah sebuha jalan saja untuk menuju sebuah tujuan mutlak yaitu akhirat.

Mudah-mudahan tujuan kita yang paling utama yaitu ingin mengharap ridho dan magfirah serta mendapat tempat yang penih hikmah dan barokah dari Allah SWT mengabulkannya. Amin. ***

manajemenqolbu.com